Menjadi seorang ibu, kita harus selalu update apalagi kalau itu menyangkut anak-anak. Nah, kali ini saya ingin mengulas 3 grup di FB yang keren bangetttt, dan cucokkk banget buat para ibu, khususnya ibu baru seperti saya (ibu baru punya 2 anak :p). Pasti penasaran kan grup-grup apa sajakah itu??? Yuks dibaca ...
My Blog
All pictures were captured by my sony camera given by my hubby, kamera pocket yang handy dengan hasil yang memuaskan :)
Senin, 22 Februari 2016
Selasa, 16 Februari 2016
Ekoenzim part 1
Pernah dengar tentang ekoenzim? Saya sendiri baru tau tentang ekoenzim saat browsing mengenai pengelolaan sampah agar menjadi lebih bermanfaat. Nah, ekoenzim adalah hasil fermentasi sampah dapur berupa sisa-sisa sayuran dan kulit buah. Ekoenzim ini memiliki banyak manfaat, salah satunya bisa menjadi cairan pembersih untuk membersihkan lantai, ajaib kan? Hasil olahan sampah bisa jadi pembersih? Pasti pada penasaran kan bagaimana cara membuat ekoenzim ini? Yuk baca lebih lanjut ....
Jumat, 22 Agustus 2014
I'll be back...
Cukup dengan bermimpi saja, sudah membuatku bahagia... Membayangkan kembali bersua dengan empat musim, melihat dandelion, narcissus dan tulip warna warni saat musim semi. kembali merasakan dingin yang menusuk hingga ke tulang. Sungguh memimpikannya saja sudah membuatku bahagia...
Aku tahu memimpikannya saja tidak cukup....
Someday I'll be back... I'm on the way.............
Aku tahu memimpikannya saja tidak cukup....
Someday I'll be back... I'm on the way.............
Kamis, 03 April 2014
A trip to Hamburg part 1
Tiba-tiba saja teringat pada perjalanan ke Hamburg bersama Annis, mbak Arie dan mas Udhi tiga tahun yang lalu. Waktu itu lagi long weekend, dan sangat kebetulan tiket eurolines ke Hamburg lagi murah-murahnya. Pas dapat tiket murah, langsunglah kami searching penginapan yang maunya murah tapi memuaskan. Tapi bagaimanapun, kenyamanan itu selalu berbanding lurus dengan harga. Karena kami milih nyaman jadilah harga penginapannya agak mahal. Tapi gak papalah, toh kami ada berempat jadi biaya penginapannya bisa di bagi empat, hihihihi.
Sekitar jam 6 sore kami berangkat dari Groningen menuju Hamburg dan tiba disana sudah hampir jam 12 malam yang berarti kami harus mengejar trem terakhir yang akan mengantarkan kami ke penginapan yang telah kami booking. Tiba di Hamburg kami langsung kelimpungan nyari vending machine untuk tiket trem. Untung saja vending machine-nya ketemu pas di detik-detik terakhir, fyuh hampir saja kami ketinggalan trem yang bisa berarti kami akan terlunta-lunta di malam dingin yang menusuk kaki (saltum pake sepatu tipis :p).
![]() |
| Late dinner; antara lapar dan ngantuk |
Senin, 10 Februari 2014
It must be fun or I won't eat!
Hari ini my lil baby boy (Ahmad Thoriq) makannya dikit, pagi cuma makan 5 sendok baby, siangnya malah cuma 3 sendok. Jadi bertanya-tanya ada apa ya? Apa karena lagi tumbuh gigi? Tampaknya gigi depan atasnya mau tumbuh. Mungkin gusinya lagi gatal. Apa lagi gak enak badan? Tapi gak ada laporan dari neneknya klo dia rewel, berarti sepanjang ditinggalkan ke kantor Thoriq baik-baik saja.
Malam ini ketika kami makan malam, pas disuapi by me, dia cuma mau makan 3 sendok, abis itu mulai rewel gak jelas. Lalu gantian papanya yang nyuapin. Eh dia mau, malah habis buburnya. wow... Apa yang berbeda ya?
Suasananya? yep, clearly, papanya menciptakan suasana yang menyenangkan buat Thoriq lalu disuapin, akhirnya tiap sendok ada di depan matanya, mulutnya langsung terbuka dan hap..hap... Habislah buburnya. Saat disuapi papanya, Thoriq enjoy, tampak dari berkali-kali dia tertawa.
Note to myself, menyuapi anak bukan sekedar rutinitas, suasana makan itu harus dibuat menyenangkan, bukan hanya sekedar duduk dan mengunyah. Rasanya Thoriq berkata; " It must be fun or I won't eat!".
Makassar, 10 Februari 2014
Every moment is precious...
Jumat, 22 November 2013
Finally
Finally, ngepost lagi setelah sekian lama membiarkan blog ini mati suri "lagi". Mati suri pertama, karena pengen bikin blog tapi masih malu-malu buat nulis. Alhasil blog baru mati suri selama setahun eh hampir dua tahun ding :p. Tahun 2012 itu masa aktif-aktifnya nulis, eh pas pulang ke Indonesia blog ini mati suri lagi. Tapi Alhamdulillah keinginan untuk nulis balik lagi. Sudah lama sebenarnya pengen nulis, tapi selalu saja tertunda. Belum mood kali' yah... hihihi... But now I'm back, dan semoga akan selalu kembali menulis dan menulis.
Semangat :)
Makassar, 12:28 AM, 22/11/13
Saat baby Thoriq n papanya tertidur pulas :)
Call me ; Mama Thoriq :)
Alhamdulillahi rabbil alamin,
satu lagi mimpiku menjadi nyata. A brand
new mom. Gelar ini akhirnya kuraih setelah meraih gelar MSc. Yup, setelah
menyelesaikan studi di Belanda, misi berikutnya adalah melahirkan generasi baru
(halahhh). Menunda untuk memiliki anak selama dua tahun sebenarnya bukan hal
yang mudah (buat saya). Untunglah my
hubby selalu ngotot agar saya menyelesaikan belajar lebih dahulu baru
merencanakan untuk mempunyai anak. Hmmm, my
hubby memang selalu bisa melihat ke depan lebih baik, ketimbang saya yang
biasanya hanya menuruti nafsu aja, hihihi.
Maka sekembalinya saya ke
Indonesia, segeralah kami merencanakan segala sesuatunya untuk si buah hati.
Untuk saya sendiri, sebulan sebelum kembali ke Indonesia saya sudah rajin
mengkonsumsi vitamin asam folat 400 µg. Vitamin ini penting di awal-awal
kehamilan, sehingga sangat direkomendasikan untuk wanita usia subur yang
berencana hamil. Nah, my hubby sudah menyiapkan liburan ke Bali sebagai surprise atas selesainya studi saya tepat
waktu (nah liburan ini adalah bagian dalam menyiapkan hadirnya si buah hati
juga loh, konon kondisi santai dan bahagia bisa memperlancar proses pembuahan
:D). Alhamdulillah sepulang liburan dari Bali, saya sudah tidak haid lagi, 3
hari telat haid, test pack-nya sudah positif.
Langkah awal adalah menyiapkan
dana. Untuk urusan dana, semuanya sudah disiapkan my hubby, jadi amannnnn….
Langkah selanjutnya adalah
memilih dokter spesialis kandungan untuk check up rutin. Kriteria kami adalah,
DSOG-nya harus perempuan dan pro melahirkan secara normal. Bagi kami proses
melahirkan adalah proses yang normal. Melihat semakin maraknya proses kelahiran
secara Caesar tanpa indikasi medis tertentu, maka kami tidak boleh salah
memilih dokter. Setelah survey (my hubby yg survey sih), pilihan kami jatuh
pada dr.Mai****. Menurut hasil survey, dokter ini akan memilih Caesar sebagai
jalan akhir dalam membantu proses melahirkan. Setelah check up pertama kali
udah langsung cocok ama dokternya.
Berikutnya adalah memilih Rumah
Bersalin. Kriteria kami adalah, Private
room, rooming in with baby dan
yang paling penting adalah adanya proses IMD (Inisiasi Menyusui Dini), serta
seluruh tenaga kesehatannya pro ASI. Kami berkomitmen untuk memberikan ASI Eksklusif
sebagai makanan pertama terbaik bagi our
baby. Kami tidak mau dong kecolongan, pas si baby sudah lahir ada tenaga kesehatan yang nyaranin untuk ngasih
sufor atau lebih parah lagi langsung ngasih sufor. Setelah survey, pilihan kami jatuh pada Rumah
Bersalin Res**. Rumah Bersalin ini memenuhi semua criteria kami dan disana
pulalah DSOG pilihan kami berpraktik. Klop lah. Yang membuat saya salut,
apoteknya gak jualan sufor loh. Ini menunjukkan konsistensi RB ini dalam pro
ASI Eksklusif.
| Thoriq, 5 days old |
Langganan:
Postingan (Atom)

